Sampit | www.pa-sampit.go.id

Momentum Peringatan hari lahirnya Pancasila menjadi momentum yang tepat untuk mengingat, merenungi dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dan proses lahirnya Pancasila.  Didalam momentum peringatan lahirnya Pancasila ini, dapat kita petik nilai - nilai persatuan, toleransi, saling menghargai dan perjuangan untuk mencapai kemerdekaan demi tercapainya tujuan Negara. PA Sampit ikut menyemarakkan peringatan hari lahirnya Pancasila melalui Upacara yang dilaksanakan pada hari Jum’at, 1 Juni 2018 di halaman depan kantor PA Sampit. Berdasarkan Surat Sekretaris Mahkamah Agung RI Nomor. 318/SEK/KS.00/05/2018 tanggal 30 Mei 2018, tentang Upacara Bendera Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2018.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit ini dimulai pada pukul 07.30 WIB. Upacara dipimpin oleh Plh. Wakil Ketua PA Sampit Mursidah, S.Ag. sebagai Pembina Upacara, dan Petugas upacara yang  terdiri dari para CPNS/Calon Hakim.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di PA Sampit diawali dengan mengheningkan cipta yang dipimpin oleh Pembina Upacara, selanjutnya Pembacaan Pancasila oleh Pembina Upacara dan diikuti oleh seluruh peserta upacara, dilanjutkan dengan pembacaan Teks Pembukaan UUD 1945, kemudian pembacaan Sambutan Presiden RI oleh Pembina Upacara.

Dalam sambutannya, Pembina upacara menyampaikan pidato Presiden RI dalam Peringatan Hari Lahir Pancasila yang berisi amanat presiden untuk merenungi proses pembentukan Pancasila dan juga mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di tengah resiko kemajemukan seperti intoleransi, ketidakbersatuan dan ketidakgotongroyongan. Harapan besar juga dari Presiden Joko Widodo kepada para atlet Indonesia yang akan berjuang dalam   Asian Games tahun ini. Semua harapan bangsa ini dapat terwujud jika semua anak bangsa, tanpa memandang etnis, ras, agama dan profesi, betul-betul memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-harinya. Adapun tema pelaksanaan Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2018 adalah ”Kita Pancasila: Bersatu, Berbagi, Berprestasi”.

Tidak berselang lama, upacara berakhir melalui doa penutup yang mengandung harapan-harapan bangsa Indonesia secara khidmat dan khusyuk. (Tim Redaksi PA Sampit)