www.pta-palangkaraya.go.id

Pada hari senin 04 Juni bertempat di Aula Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah setelah sholat dzuhur berjamaah kembali diadakan kuliah tujuh menit (kultum). Pada kesempatan ini yang mendapat tugas menjadi penceramah dan imam sholat dzuhur adalah Panitera Pengadilan Tinggi Agama Kalimantan Tengah  Drs.  Darmadi.  

Dalam ceramahnya Drs. Darmadi bercerita mengenai sejarah para pemuka agama Islam di Nusantara atau lebih dikenal dengan sebutan Wali Songo yang telah berjuang membesarkan Islam di bumi nusantara tercinta ini.

Menurutnya para wali songo melakukan syiar Islam dengan berbagai metode, salah satu  Metode yang diterapkan para wali adalah dengan dengan teori transformasi (tidak memerangi budaya lama), adat atau budaya yang lama yang dianggap masih baik  dipertahankan contohnya Sekaten dan Wayang Kulit. Karena dengan mempertahankan budaya-budaya  tersebut sebagai media dan sarana dakwah untuk lebih mensyiarkan agama Islam seperti yang dilakukan Sunan Kalijaga  dengan menggunakan media wayang untuk mengenalkan Islam dan mengambil hati masyarakat Majapahit pada waktu itu yang sangat kental dengan kepercayaan local, atau kisah sunan Kudus yang melarang masyarakat Kudus dan sekitarnya untuk memyembelih sapi,  hal tersebut dimaksud untuk menghormati salah satu kepercayaan masyarakat di Kudus dimana hewan sapi disucikan oleh pemeluknya dan hal tersebut membuat agama Islam semakin berkembang di Kudus dan sekitarnya karena metode-metode pendekatan yang dilakukan para wali songo tersebut.

Selain dengan wayang kulit para wali juga banyak menciptakan tembang keislaman berbahasa Jawa  untuk sebuah permainan atau dibaca saat sebelum sholat seperti lagu Lir-Ilir yang mengandung makna yang dalam. Dalam lagu tersebut kita disuruh bagun dari keterpurukan, bangun dari sifat malas  untuk mempertebal keimanan meskipun berat karena Allah SWT telah memberikan hati kepada kita untuk membedakan yang benar dan yang salah / mana yang hak dan mana yang bathil.

Di akhir ceramahnya Darmadi mengajak seluruh jamaah Mushola Mizanul Hukama untuk meneladani dan mencontoh metode-metode yang diterapkan wali songo yang telah menghabiskan harta dan tenaganya hanya untuk  mensyiarkan agama Islam. (sim/tim redaksi)